Tentang Tahfidz Online

Apa itu Tahfidz Online?

Tahfidz Online adalah program menghafal Al-Quran secara online menggunakan media WhatsApp. Tahfidz Online merupakan salah satu program dari Yayasan Indonesia Berkah yang memfasilitasi siapa saja yang ingin menghafal Quran tetapi terkendala oleh kesibukan, jarak dan waktu.

Apa sih yang beda dari Tahfidz Online?

Tahfidz Online cukup berbeda dengan komunitas lain karena santri-santrinya yang tidak hanya dari Indonesia, tetapi juga dari berbagai negara lainnya. Di Tahfidz Online, sesama santri diharuskan untuk dapat saling mengenal termasuk dengan musyrif atau musyrifahnya. Selain itu, para santri juga ditargetkan untuk menyetorkan hafalannya di awal waktu yang dikenal dengan istilah Lintasan Awal (LA) yaitu pada pukul 03.00 WIB dan rasakan kenikmatannya. Yang terpenting nilai adab adalah yang utama karena Tahfidz Online sangat mengedepankan adab sebelum ilmu.

  1. Teman dari seluruh Indonesia dan negara-negara lain.
  2. Saling mengenal termasuk dengan musyrif atau musyrifah.
  3. Setoran hafalan di awal waktu / Lintasan Awal (LA).
  4. Sangat mengedepankan nilai adab sebelum ilmu.

Bagaimana proses menghafalnya?

  1. Jenis mushaf • Para santri disarankan untuk menggunakan Mushaf Utsmani (Qiro’ah Imam ‘Ashim Hafs) yang terdiri dari 15 baris per halaman.
  2. Mulai hafalan • Hafalan akan dimulai dari juz yang dipilih (1 atau 30). Diutamakan untuk memilih juz 30 jika belum menghafalnya, kemudian akan dibentuk grup (halaqah).
  3. Halaqah kecil • Tempat setoran hafalan para santri. Setiap halaqah kecil diamanahi seorang musyrif atau musyrifah yang bertugas menyimak dan mengoreksi hafalan santri.
  4. Halaqah besar • Tempat berkumpulnya semua santri dari berbagai halaqah kecil untuk saling bertegur sapa, membagikan motivasi dan juga sebagai pusat informasi.
  5. Kuantitas dan waktu • Minimal setoran hafalan adalah satu baris dan maksimal satu halaman per hari. Setoran dimulai dari pukul 03.00 pagi sampai 10.00 malam.
  6. Mekanisme hafalan • Setoran dilakukan menggunakan voice note WhatsApp dengan format: Juz – Halaman – Baris – Nama. Contoh: J30 – H582 – B1-15 – Fulan.
  7. Muroja'ah • Muroja’ah pekanan dilakukan setiap hari Sabtu dan Ahad yang dilakukan berpasangan sesama santri di dalam halaqah kecil.
  8. Imtihan pekanan • Setiap pekan akan diadakan ujian berupa lisan dan tulisan. Sedangkan mulai periode 30, ujian pekanan digantikan dengan #TahfidzOnlineChallenge
  9. Imtihan akbar • Di akhir periode akan diadakan ujian akhir berupa lisan dan tulisan yang akan menentukan lulus atau tidaknya ke periode berikutnya. Tapi ingat, nilai adab dan keaktifan yang utama.

Apa saja persiapannya?

  1. Luruskan niat • Niatkan menghafal hanya untuk Allah Ta’ala.
  2. Totalitas • Siapkan tenaga, pikiran, waktu dan penunjang lainnya.
  3. Dukungan keluarga • Sebelum menghafal, komunikasikan kepada keluarga.
  4. Koneksi internet • Pastikan koneksi internet lancar ketika setoran hafalan.
  5. Berjama'ah • Hindari menghafal sendiri karena menghafal butuh teman.

Apa saja teknik menghafalnya?

  1. Memahami makna ayat • Memahami terlebih dulu ayat-ayat yang akan dihafal. Dapat menggunakan Al-Quran terjemah namun lebih disarankan menggunakan kitab tafsir.
  2. Membaca ayat • Membaca berulang-ulang ayat yang akan dihafal. Sebagian penghafal mengulangnya sebanyak 35 kali sebelum mulai menghafalkannya.
  3. Mendengarkan ayat • Teknik ini hampir sama dengan membaca yaitu dengan mendengarkan berulang-ulang ayat yang akan dihafal. Dapat dilakukan menggunakan audio player.
  4. Menulis ayat • Metode menulis ayat-ayat yang akan dihafal sebenarnya sudah banyak dilakukan oleh ulama zaman dulu. Hal ini membantu menguatkan daya ingat hafalan. Caranya dengan menuliskan ayat yang akan dihafal secara berulang-ulang sampai melekat.